Perawat-id: Nyeri sendi | Perawat-id
Tampilkan postingan dengan label Nyeri sendi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyeri sendi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2016

Makanan Yang Dapat Mengatasi Nyeri Sendi

Makanan Yang Dapat Mengatasi Nyeri Sendi

Baca Juga

     Salah satu penyakit yang sangat erat dengan mereka yang sudah berusia lanjut adalah masalah nyeri sendi. Bagi mereka yang sudah mendapatkan usia lebih dari 30 tahun, maka banyak sekali sistem tubuh yang mulai mengalami penurunan, salah satunya adalah semakin menurunnya fungsi pelindung otot dan sendi akibat semakin minimnya kalsium atau sejenis pelumas yang melindungi persendian. Jika hal ini terjadi, maka persendian yang bisa membuat tulang-tulang bergerak pun bisa mengalami rasa nyeri dan menurunkan kualitas hidup. Kita sendiri bisa mencegah hal ini jika kita mampu memenuhi asupan gizi harian dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang bisa mengatasi nyeri sendi seperti sebagai berikut.


Makanan pertama yang diyakini mampu mencegah nyeri sendi adalah ikan salmon. Tahukah anda, tulang rawan yang banyak terdapat pada persendian akan jauh lebih mudah mengalami robekan kecil setelah usia 30 an. Robekan kecil inilah yang pada akhirnya bisa memicu peradangan dan rasa nyeri yang sangat kronis saat sendi digerakkan. Dengan mengkonsumsi ikan salmon yang kaya akan asam lemak omega 3, maka peradangan ini pun bisa dicegah. Salmon sendiri juga dikenal sebagai salah satu makanan yang kaya akan vitamin D yang tentu akan mendukung kesehatan tulang dan persendian.



Makanan berikutnya yang bisa kita konsumsi untuk mencegah nyeri sendi adalah apel. Kandungan antioksidan bernama quercetin di dalam apel diyakini sangat efektif mencegah radang sendi atau arthritis. Quercetin sendiri bisa menjaga kolagen pada tulang rawan sehingga saat tulang atau sendi digerakkan, rasa nyeri bisa dicegah dengan lebih baik. Pakar kesehatan menyebutkan jika kandungan quercetin akan paling banyak ditemui pada kulit apel, khususnya apel berwarna merah, sehingga ada baiknya apel dikonsumsi tanpa dikupas.
 
Kita juga bisa mengkonsumsi brokoli yang kaya akan kandungan sulforaphane. Sulforaphane sendiri akan sangat baik dalam melindungi tubuh dari radikal bebas. Selain itu, banyaknya kandungan kalsium juga akan lebih efektif menjaga persendian sendi. Dengan rajin mengkonsumsi brokoli, maka kita pun akan lebih baik dalam mencegah nyeri sendi. (sumber:doktersehat.com)

Gawat! sering terpapar Radiasi, Tenaga kesehatan rentan terkena nyeri sendi

Gawat! sering terpapar Radiasi, Tenaga kesehatan rentan terkena nyeri sendi

Baca Juga



Jakarta, Radiasi yang disebabkan oleh pemeriksaan x-ray berdampak pada tenaga kesehatan. Sebuah penelitian menyebut radiasi meningkatkan risiko nyeri sendi, katarak hingga kanker pada tenaga kesehatan.

Maria Grazia Andreassi, MSc, PhD, melakukan penelitian untuk melihat efek fluoroscopy, pemeriksaan x-ray untuk jantung, terhadap tenaga kesehatan yang melakukannya. Penelitian dilakukan kepada 466 tenaga kesehatan di laboratorium jantung dan 280 tenaga kesehatan lainnya.

Hasilnya ditemukan bahwa paparan radiasi pada tenaga kesehatan yang berkaitan dengan fluoroscopy dan jantung lebih besar. Hal ini meningkatkan risiko mereka mengidap nyeri sendi, kanker hingga penyakit kulit.

"Misalnya, paparan radiasi dokter di ruang radiasi adalah 5 mSv (millisiever, unit ukur radiasi di tubuh -red) tiap tahun. Dalam 10 tahun, bisa saja meningkat menjadi 50 mSv, bahkan hingga 200 jika dokternya benar-benar sibuk," tutur Maria, dikutip dari Science Daily, Kamis (14/4/2016).

Para partisipan diketahui memiliki risiko 2,8 kali lebih besar mengalami gangguan kulit, 7,1 kali lebih besar mengalami nyeri sendi hingga 6,3 kali lebih besar mengalami katarak. Bahkan, mereka juga memiliki risiko 3 kali lebih besar mengidap kanker sebelum berumur 50 tahun.

"Yang menarik, risiko lebih besar dialami oleh dokter intervensi jantung daripada radiologi. Dokter radiologi mendapat perlindungan dari paparan radiasi sementara dokter jantung berada di dekat pasien," tambahnya lagi.

Melalui penelitian ini, Maria berharap agar prosedur keamanan dan kesehatan dokter jantung diperbaiki. Mereka memiliki risiko besar terpapar radiasi namun sangat sedikit yang sadar tentang bahaya ini.

"Sederhana saja. Dokter jantung yang melakukan fluoroscopy juga diberi pengaman seperti kacamata, rompi dan lainnya yang dapat melindungi mereka dari paparan radiasi," tuturnya. (sumber:detik.com)